Miss Pasifik mendukung hak bangsa Papua merdeka tapi tak terlibat kampanye

Abigail E.K Havora, Miss Kepulaun Pasifik - Fiji Sun
Saya benar-benar tidak bisa berkomentar tentang masalah Papua Barat. Sebagai Miss Papua Nugini, saya tidak bisa mengomentari masalah itu. Karena ini adalah masalah politik yang levelnya tinggi,” kata Abigail, Jumat (16/9/2016). Seperti yang dilansir tabloidjubi.com.

Miss Kepulauan Pasifik, dan ratu kecantikan pertama dari Papua Nugini yang memenangkan mahkota regional Kepulauan Pasifik, mengatakan ia tidak terlibat dalam kampanye Papua Merdeka, meskipun banyak warga Papua Nugini menunjukkan kepedulian mereka pada kampanye Papua Merdeka di Port Moresby, Ibu kota Papua Nugini.

Abigail E. K Havora, Miss Kepulauan Pasifik yang berada di Samoa Amerika untuk kontes Miss Peagant selama akhir pekan lalu mengaku tak bisa memberikan komentar tentang kampanye kemerdekaan Papua Barat yang menjadi su hangat di Pasifik dan di negara asalnya sendiri, Papua Nugini.

“Saya benar-benar tidak bisa berkomentar tentang masalah Papua Barat. Sebagai Miss Papua Nugini, saya tidak bisa mengomentari masalah itu. Karena ini adalah masalah politik yang levelnya tinggi,” kata Abigail, Jumat (16/9/2016).

Meski demikian, ia mengaku tau apa yang terjadi di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini.

“Tapi saya orang Papua Mugini, saya sadar tentang hal itu dan saya mendukung hak mereka," ujar Abigail.

Abigail memenangkan kontes Miss Papua Niugini pada tahun 2015. Di tahun yang sama, ia memenangkan kontes Miss Kepulauan Pasifik. (*) 

Miss Pasifik mendukung hak bangsa Papua merdeka tapi tak terlibat kampanye