Kapitalisme dan Perempuan West Papua - WatikamKwe

3/13/2018

Kapitalisme dan Perempuan West Papua


West Papua sampai awal tahun 1960 tergolong kawasan yang relatif sangat aman di Region Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya. Belanda yang saat itu berkuasa di wilayah ini telah memberikan hak terhadap bangsa West Papua untuk mendirikan Negara sendiri, sehingga pada 1 Desember 1961, deklarasi Negara West Papua telah diadakan.

Namun, dalam selang Sembilan belas hari Negara kolonial  Indonesia dibawah pimpinan panglima Soeharto mengadakan agresi militer yang dikenal dengan “TRIKORA” di wilayah West Papua dimana tanah yang sangat damai diubah menjadi tanah tumpah darah dengan berbagai operasi militer diantaranya: Operasi Banten Kedaton, Operasi Garuda,Operasi Serigala, Operasi Kancil, Operasi Raja wali , Operasi Naga, Operasi Lumbung, Operasi Jatayu. Operasilewatlaut diantaranya: Operasi Show of Force, Operasi Cakra dan Operasi Lumba-lumba, sedangkan pada fase eksploitasi dilakukan operasi Jayawijaya dan Operasi Khusus. (Trikora, 2000: 45)

Akibat dan kehadiran kapitalisme tidak terlepas dari perempuan West Papua 

Salah satu fenomena yang sering terjadi di semua Negara berkembang adalah adanya persekokongkolan para kapitalis dengan pemerintah. Di West Papua sendiri memiliki kasus yang agak berbeda, para perempuan West Papua sangat dekat sekali kaitannya dengan alam ini bukan persoalan menjadi buru ataupun tidak tapi ini menyangkut kedekatannya dengan alam sekitar. Di saat para kapitalis datang mengambil dan merampas hutan untuk membuat perusahaan dengan selalu bernegosiasi dengan kaum laki-laki, dalam hal ini mereka tidak memperhitungkan suara perempuan West Papua, padahal yang akan sangat merasakan dampak langsungnya adalah perempuan dimana tempatnya mencari makan dan mempertahankan perekonomian keluarganya yaitu dengan berkebun akan hilang karena ulah para kapitalis dan di saat mereka ingin kembali ke hutan terkadang mereka di teror oleh para militer yang sengaja di pasang oleh para kapitalis. Di saat perempuan West Papua bersuara ataupun melakukan demo di pemerintahan tidak akan menghasilkan suatu solusi karena mereka juga sudah mendapat bagian dari para kapitalis.

Dilihat dalam zaman dewasa ini juga, kolonial bergandeng dengan kaum kapitalis melakukan promosi iklan kecantikkan di berbagai stasiun televisi yang membuat sebuah mitos kecantikkan terkini bahwa cantikitu harus putih dan mulus. Hal ini merupakan ” virus cantik” yang membunuh kepercayaan diri perempuan West Papua dengan jati dirinya sebagai ras Melanesia yang berkulit kecoklatan sehingga membuat produk kosmetik di West Papua tahan banting dalam segala situasi. Hal ini yang membuat kita semua harus sadar bahwa West Papua sedang dijajah secara halus oleh kolonial Indonesia, di satu sisi mereka mendapatkan surplus yang sangat tinggi dari perempuan West Papua tetapi di sisi lain mereka menghilangkan jati diri perempuan West Papua.

Dari semua kebejatan Negara kolonial terhadap perempuan West Papua, dampak negatifnya adalah:

Pertama, semua kebiadan militer kolonial Indonesia akan mengakibatkan bekas kekerasan fisik yang dialami perempuan West Papua, yang lebih menyakitkan adalah psikisnya yang terganggu dimana trauma dan kepanikkan berkepanjangan selalu menaungi hidup perempuan West Papua, tak sedikit pula yang mengalami gangguan jiwa. Keterisolasian pun akan muncul dalam dirinya yang menjadi korban, perempuan West Papua merasa kehilangan harga dirinya akan merasa rendah diri entah kejadian itu diketahui banyak orang ataupun tidak. Perempuan yang mengalami halseperti ini juga sudah pasti akan dianggap sebelah mata bagi warga di sekitarnya, sehingga ia mengalami keterisolasian ganda.

Kedua, beban hamil yang ditanggung para perempuan West Papua di berbagai jenjang umur, mulai dari anak di bawah umur, remaja bahkan perempuan yang sudah menikah. Akibatnya takhanya di tanggung oleh perempuan tetapi juga dengan anak hasilperkosaan yang dilakukan militer tadi, dimana orang-orang akan mencemoohnya sebagai anak rumput. Yang sangat menyiksa anak dan ibunya ini.

Ketiga, akibat dari kebrutalan militer kolonial Indonesia,banyak perempuan yang putussekolah.

Keempat, banyak perempuan West Papua yang tidak sanggup menanggung beban moriil,entah itu korban langsung maupun tidak mereka tidak mampu melihat penderitaan yang ada kebanyakan dari mereka stress dan bunuh diri. Ironisnya stress dan bunuh diri yang menimpah perempuan West Papua menjadi gejala umum yang menimpah perempuan West Papua di wilayah-wilayah yang dikuasai militer kolonial Indonesia.

Kelima, Perempuan West Papua diputuskan kedekatan spiritualnya dengan alam karena ulah kapitalis yang berdampak pada susahnya kesempatan untuk mendapatkan makanan dantempatnya mempertahankan perekonomiannya.

Keenam, hilangnya jati diri sebagai perempuan West Papua akibat produk-produk kecantikkan para kapitalis.

Masih banyak lagi kasus yang tidak terdata dan tak kalah brutalnya. Perempuan West Papua merasakan neraka dunia dibawah kekuasaan Negara kolonial Indonesia, tak hanya kekerasan fisik namun kekerasan psikis pun diterima oleh perempuan West Papua.

Dimana makna “Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila”!? Mengapa yang banyak terjadi adalah penumbalan ribuan darah bangsa West Papua!? Mengapa banyak korban bergelimpangan!? Dengan kejamnya kolonialis Indonesia memperkosa dan menyiksa dengan brutal perempuan West Papua, dengan tak manusiawinya merobek perut perempuan hamil dan membakar dan membunuh janinnya.

Dengan berbagai kebrutalan Negara kolonial Indonesia di atas, apakah masih pantas rakyat Indonesia lebih khususnya perempuan Indonesia mempertahankan bangsa West Papua tetap di dalam Negara Indonesia!?

Di saat perempuan West Papua menjadi korban ketidakmanusiawian Negara Kolonial Republik Indonesia , apakah pantas sesama perempuan (Perempuan West Papua dan Perempuan Indonesia) berpangku tangan dan berdiam diri!?  Perempuan yang memiliki semangat perjuangan dan melawan penindasam akan menjawab tidak, tidak dan tidak!

Perempuan harus berani mendukung Self Determination bagi bangsa West Papua, untuk menyuarakan jutaan jiwa rakyat West Papua yang telah mati akibat kebrutalan kolonial Indonesia, untuk menyuarakan rintihan perempuan West Papua yang menderita akibat kebrutalan Negara kolonial Indonesia dibawah kaki tangan militernya. Di West Papua banyak perempuan menjadi korban. Maka perlu untuk solidaritas bersama. Maka perlu untuk mendukung bangsa West Papua agar terlepas dari segala penindasan. Ayo mendukung Self Determination bagi bangsa West Papua!! Lawan Kolonialisme, Imperialisme, Militerisme dan segala bentuk penindasan!!

Copyring & Refresing content: serikatpembebasanperempuan
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :